43 Persen Perusahaan Global Jadi Korban Peretasan  

139 views

Jum'at, 30 Desember 2016 | 14:11 WIB

43 Persen Perusahaan Global Jadi Korban Peretasan  

Kelompok hacker yang menyebut diri "Anonymous" menyatakan perang terhadap Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) dan akan melakukan serangan syber secara besar-besaran menyusul serangan Paris, pada video yang dirilis 16 November 2015. REUTERS/Social Media Website

Informasi, Jakarta - Laporan Kaspersky Lab dalam 12 bulan terakhir menunjukkan 43 persen perusahaan mengalami kehilangan data akibat aksi peretasan. Untuk perusahaan skala besar, satu dari lima perusahaan (20 persen) melaporkan empat, bahkan lebih, aksi peretasan data-data selama periode tersebut.

"Permasalahan datang bukan hanya dari kecanggihan serangan, tapi juga perkembangan serangan pada permukaan yang sebenarnya memerlukan perlindungan berlapis," kata Veniamin Levtsov, Vice President Enterprise Business Kaspersky Lab, dalam keterangan tertulisnya yang diterima Antara, Jumat, 30 Desember 2016.

Baca juga: Carlos Tevez Pindah ke Cina, Menjadi Pemain Bola Termahal

"Beberapa ancaman, seperti kecerobohan karyawan dan paparan data, karena aktivitas berbagi yang tidak aman, bahkan lebih sulit untuk dimitigasi menggunakan algoritma."

Survei global yang dilakukan Kaspersky Lab pada 2016 tersebut berfokus untuk membandingkan persepsi mengenai ancaman keamanan dengan realitas insiden keamanan cyber yang sebenarnya terjadi untuk menyoroti poin-poin kerentanan potensial lain selain dari yang biasanya, seperti malware dan spam.  

Adapun ancaman utama tersebut banyak bermunculan di sektor bisnis; 49 persen perusahaan mengalami serangan yang ditargetkan dan 50 persen mengalami insiden yang melibatkan ransomware, yang berakibat 20 persen di antaranya mengalami penyanderaan data-data.

Ancaman serius lain, yang dipaparkan oleh survei, adalah kecerobohan karyawan. Vektor ini berkontribusi pada insiden keamanan di hampir setengah (48 persen) dari perusahaan. Namun, ketika ditanyai, pada bagian mana mereka rasa paling rentan, jawaban yang diberikan benar-benar berbeda.

Tiga ancaman yang paling sulit untuk dikelola meliputi berbagi data secara tidak aman melalui perangkat mobile (54 persen), kehilangan bentuk fisik hardware yang menyebabkan tereksposnya informasi sensitif (53 persen), dan penggunaan sumber daya TI yang tidak proporsional oleh karyawan (50 persen).

Hal ini diikuti munculnya permasalahan lain, seperti keamanan dari layanan cloud pihak ketiga, ancaman IoT, dan masalah keamanan yang berkaitan dengan outsourcing infrastruktur teknologi informasi.

ANTARA

Sumber : http://tempo.co/read/news/2016/12/30/172831376/43-Persen-Perusahaan-Global-Jadi-Korban-Peretasan

Leave a reply "43 Persen Perusahaan Global Jadi Korban Peretasan  "

Author: 
    author